Jumat, 07 Desember 2018

Contoh RPP Kelas Fiqih IV

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah                    :    MI ................
Mata Pelajaran                   :    PAI ( FIQIH )
Tema/SubTema
Kelas                                    :    IV (Empat)
Semester                              :    1 (Ganjil)
Pertemuan                          :    1 - 6

A.      Materi Pokok
       Zakat Fitrah
B.       Alokasi Waktu               
       (35 x 12)
C.      Tujuan Pembelajaran
Melalui model cooperative  learning peserta didik dapat:
1. Mendefinisikan pengertian zakat fitrah. dengan benar.
2. Menyebutkan Macam- Macam Zakat Fitrah dengan benar;
3. Menunjukkan dalil Wajibnya Mengeluarkan Zakat dengan tepat;
4. Menjelaskan Mendeskripsikan ketentuan zakat fitrah dengan benar;
5. Menunjukkan Tata cara zakat fitrah dengan tepat.

D.      Kompetensi Dasar         
       3.1 Memahami ketentuan zakat fitrah
        4.1 Mensimulasikan tata cara zakat fitrah

E.       Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1. Siswa dapat menerangkan pengertian zakat fitrah
3.1.2. Siswa dapat menyebutkan macam-macam zakat
3.1.3. Siswa dapat mendeskripsikan ketentuan zakat fitrah
4.1.1  Siswa dapat mempresentasikan tata cara zakat fitrah
F.       Materi Pembelajaran
1.  Pengertian zakat fitrah
2. Macam- Macam Zakat Fitrah
3. Mendeskripsikan ketentuan zakat fitrah
4. Tata cara zakat fitrah
Zakat Fitrah adalah zakat yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan atau bulan puasa yang dibayarkan paling lambat sebelum kaum muslim selesai menunaikan ibadah sunah Shalat Ied. Dan apabila pelaksanaan zakat dilakukan setelah melewati batas tersebut, maka zakat tersebut bukan lagi masuk kedalam kategori zakat, akan tetapi berupa sedekah biasa.

G.      Metode Pembelajaran
Metode:
·         Pendekatan     : Scientific
·         Strategi            : Cooperative Learning
·         Teknik             : Example Non Example
·         Metode            : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah

H.      Media Pembelajaran
·         Gambar/ Poster
·         Diri anak.
·         Lingkungan keluarga.


I.         Sumber Belajar
·         Buku Pedoman Guru Mapel Fikih MI
·         Buku Pegangan Siswa Mapel Fikih MI
·         Buku Penunjang Lainnya Yang Sesuai
·         Lingkungan sekitar yang mendukung

J.        Langkah-langkah Pembelajaran
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
a.     Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khusyu’;
b.     Guru Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan dengan lancar dan benar (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya);
c.     Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;
d.    Guru menyapa peserta didik dengan memperkenalkan diri kepada peserta didik.
e.       Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif  berkaitan dengan materi pokok Zakat Fitrah
f.       Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai;
g.     Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, eksplorasi dan mengomunikasikan serta menyimpulkan.

30 menit
2.
Kegiatan Inti
a.    Mengamati
·         Mengamati ilustrasi gambar yang terdapat pada pada buku siswa.
·         Mendengar uraian guru tentang pengertian, ketentuan dan tata cara zakat fitrah
b.   Menanya
·         Menanyakan beberapa ketentuan dan tata cara zakat fitrah
·          Memberi tanggapan atas pertanyaan yang diajukan guru atau teman sekelas
·         Mengungkapkan pendapat atau komentar atas penjelasan guru tentang pengertian, ketentuan dan tata cara zakat fitrah
c.    Explorasi
·         Menentukan sumber informasi berkaitan dengan ketentuan dan
tata cara zakat fitrah
·          Mengumpulkan data dari berbagai sumber termasuk buku penunjang dan lingkungan sekitar tentang ketentuan dan tata cara zakat fitrah
d.   Asosiasi
·         Mencari hubungan antara ketentuan dan tata cara zakat fitrah
dengan aspek sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari
·         Menganalisis hasil temuannya berkaitan dengan ketentuan dan
tata cara zakat fitrah
e.    Komunikasi
·      Mempresentasikan kesimpulan berdasarkan hasil temuan atau
wawancara di lapangan
·      Menyampaikan hasil belajar atau hasil temuan tentang pengertian, ketentuan dan tata cara zakat fitrah

370 menit
3.
Penutup
a.  Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
b. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas baik cara individu maupun kelompok bagi peserta didik yang menguasai materi;
c.  Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada per­temuan berikutnya.

20 menit

K.      Penilaian Hasil Pembelajaran
Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kema­juan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran.
Tugas
·         Mengumpulkan data dari berbagai sumber  tentang ketentuan dan tata cara zakat fitrah
·         Diskusi kelompok membahas tentang ketentuan dan tata cara zakat fitrah
·         Membuat laporan hasil pengamatan dan wawancara tentang ketentuan dan tata cara zakat fitrah
·         Mempresentasikan laporan hasil diskusi kelompok di depan kelas

Observasi
·         Menilai keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran didalam kelas atau saat mengerjakan tugas.
-       Mendeskripsikan ketentuan zakat fitrah
-       Menunjukkan Tata cara zakat fitrah dengan tepat.

No
Nama Peserta didik
Aspek yang diamati
Keterangan
1
2
3
4
5








































































Aspek yang dinilai
1. Keaktifan
2. Kerjasama
3. Aktifitas berpendapat
4. Keberanian berpendapat
5. Kemampuan berbahasa

Skor penilaian :
Skor perolehan
Nilai   =                                    x  100
Skor Maksimal                              
Kriteria Nilai
A  =   80 – 100   :    Baik Sekali 
B  =   70 – 79     :    Baik
C  =   60 – 69     :    Cukup
D  =   ‹60           :    Kurang

Portofolio
·       Membuat paparan tentang zakat fitrah
Tes
Tes tulis tentang Pengertian zakat fitrah, Macam- Macam Zakat Fitrah, Tata cara zakat fitrah
·      Guru juga melakukan penilaian terhadap peserta didik dalam kegiatan mengamati kisah pada kolom “ayo berlatih”.


Rubrik Penilaian
No.
Aspek
*Nilai
1
2
3
4
1
Penguasaan materi




2
Penguasaan nilai-nilai




3
Keaktifan




4
Kesantunan




Catatan :
*4 =  Sangat Baik                          3 =  Baik
  2 =  Sedang                      1 =  Kurang baik
Rentang Skor  =  Skor Maksimal – Skor Minimal
              =  16 - 4
              =  12/4
              =  3
MK        =   14 - 16
MB        =   11 - 13
MT         =   7 - 10
BT         =   4 -   6

Keterangan:         
BT     :    Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).
MT    :    Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten).
MB   :    Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten).
MK   :    Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara  konsisten).
Guru dapat mengembangkan soal berikut rubrik dan penskorannya sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pelatihan Dokter Kecil

Pelatihan dokter kecil yang juga diikuti oleh MIS Wonoyoso Pekalongan. Kegiatan ini snagat bermanfaat bagi siswa-siswi.


Kegiatan Maulid Nabi

Peringatan Hari Besar Islam merupakan salah satu kegiatan di MIS Wonoyoso, diantara kegiatan tersebut adalah peringatan maulid nabi Muhammad SAW.


Olahraga

Olahraga merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang ada di MIS Wonoyoso, mata pelajaran Penjas Orkes ini dilakukan 2 jam setiap Minggunya dan di setiap jenjang kelasnya.


Kebersihan

Kebersihan lingkungan sekolah sering dilaksanakan di MIS Wonoyoso, hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan belajar, disamping itu membiasakan para siswa untuk hidup bersih dan sehat.

Lomba Kaligrafi


Materi IPS (Ciri-Ciri Negara Maju)

Negara negara di dunia sebenarnya terbagi menjadi dua kategori, jika dilihat dari faktor ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya yaitu negara maju dan negara berkembang. Untuk menentukan manakah negara yang termasuk ke dalam kategori maju atau berkembang tentunya bukanlah hal yang mudah. Banyak sekali syarat syarat yang menjadi penilaian tersendiri. Sehingga tidak berarti jika semua negara kaya termasuk ke dalam negara maju, bila negara tersebut tak bisa memenuhi persyaratan yang ada. Nah berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai Ciri Ciri Negara maju dan berkembang yang ada di dunia.



Ciri Ciri Negara Maju

Penamaan negara maju biasanya diberikan pada negara negara yang memiliki standar hidup yang cukup relatif tinggi, entah pada teknologi, ekonomi, dan kesejahteraan sama halnya peran Indonesia di era globalisasi. Sehingga jika dapat disimpulkan, negara maju adalah negara yang masyarakatnya memiliki kualitas hidup serta kesejahteraan yang cukup tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan negara tersebut menjadi negara maju adalah adanya keinginan dari sebagian penduduk untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. Sehingga dapat negara tersebut memiliki sumber daya yang berkualitas yang dapat memajukan negaranya tersebut. Nah berikut ini beberapa ciri ciri negara maju.

1. Tingkat Pengangguran Rendah

Salah satu ciri dari negara yang sudah maju adalah dapat anda lihat dari tingkat angka penganggurannya yang sangat rendah. Ciri ciri ini merupakan hal yang paling spesifik yang bisa anda lihat dari sebuah negara maju. Perekonomian di sebuah negara tidak dapat berjalan dan berkembang dengan baik bila kita tidak menjalin contoh hidup rukun di lapangan pekerjaan di negara tersebut masih terbilang rendah. Hanya ada satu jenis pengangguran di negara maju yaitu pengangguran friksional, jenis pengangguran ini biasanya dikarenakan terjadi peralihan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Pengangguran pengangguran yang ada di sebuah negara maju biasanya akan mendapatkan jaminan sosial dari pihak pemerintah. Namun terkadang jaminan tersebut tidak akan membuat orang menjadi malas-malasan, hal ini lah yang membantu sebuah negara dapat mencapai sebuah kemajuan.

2. Laju Pertumbuhan Rendah

Angka kelahiran menjadi salah satu faktor yang mendukung sebuah negara dikatakan maju atau tidak. Negara negara maju biasanya memiliki laju pertumbuhan yang rendah, rata rata dibawah 1% tiap tahunnya. Rendahnya pertumbuhan pendudukan ini biasanya dikarenakan adanya kesadaran penduduk negara tersebut mengenai keluarga berencana, menunda usia nikah, dan lainnya.

3. Pendapatan Perkapita Tinggi

Ciri lainnya yang terlihat dari sebuah negara maju adalah melihat dari tingginya pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita tersebut bisa memperlihatkan berapa jumlah rata rata pendapatan yang diperoleh oleh masyarakat di negara tersebut selama setahun. Berdasarkan data yang berasal dari Bank Dunia, sebuah negara maju biasanya memiliki rata rata pendapatan per kapita setiap tahunnya  diatas 10,726 US Dollar. (baca juga: Jenis Jenis Manusia Purba)

4. Sektor Ilmu Pengetahuan dan Teknologinya Berkembang Cepat

Pemerintah di negara negara maju biasanya sangat mendukung ilmuwan ilmuwan yang ada dengan memfasilitasi semua projectnya dengan fasilitas yang terbaik sehingga dapat menunjang observasi yang dilakukan. Mulai dari fasilitas laboraturium lengkap, gaji tinggi dan lainnya diberikan pemerintah agar mendukung ilmuwan ilmuwan tersebut dapat tetap berkarya. Observasi yang dilakukannya pun tak sekedar hanya sampao pada laporannya saja, namun pemerintah juga mendukung hingga dapat diaplikasikan ke beberapa sektor penting seperti kedokteran, militer, teknologi luar angkasa, pengembangan ilmu pengetahuan dan lainnya. Sehingga hal ini membuat teknologi serta ilmu pengetahuan di negara tersebut berkembang dengan  cepat.

5. Industri dan Jasa Menjadi Perekonomian Utama

Rata rata di negara maju memiliki penyebab kegagalan LBB dalam industri yang bergerak dalam memproduksi barang barang yang memiliki nilai jual tinggi, misalnya saja seperti mobil, elektronik, pesawat, dan alat alat berat lainnya. Produk produk tersebut tidak hanya digunakan oleh masyarakat negara tersebut, namun juga di ekspor ke negara negara lainnya. Selain itu, pekerjaan yang paling sering digeluti oleh penduduk negara tersebut dalam bidang jasa biasanya meliputi pendidikan, keuangan, hiburan, konsultan, dan lainnya.

6. Sistem Pendidikan Yang Baik

Hampir sebagian besar penduduk negara maju biasanya sudah melek huruf atau bisa menulis dan membaca dengan baik dan lancar. Pihak pemerintah pun juga memberikan jaminan kepada penduduknya untuk dapat menikmati pendidikan dasar. Bahkan pendidikan yang ada di negara maju sudah terlengkapi dengan segala macam fasilitas yang membuat suasana belajar semakin nyaman. Sehingga hal ini pula yang membuat kemandirian serta kecakapan sosial murid lebih berkembang sehingga membuat sistem pendidikan lebih maju dan baik.

7. Tingkat Kematian Rendah

Negara negara maju sudah memiliki fasilitas alat komunikasi zaman sekarang dalam bidang kesehatan yang cukup lengkap dan terbaik, sehingga membuat tingkat kematian penduduknya rendah. Bahkan banyak dari negara negara maju yang memberikan perlindungan kepada penduduknya dari resiko resiko seperti kecelakaan, cacat, sakit, hamil, dan lainnya. Sehingga kesehatan masyarakat lebih terjamin.

  The Miswon News Daily   Prestasi Membanggakan Siswa MI Salafiyah Wonoyoso 01 dala...